The Sunda Strait Tunnel

Oleh:
Engkon K. Kertapati
Pusat Survei Geologi

 

Sari:

Topografi: sekitar rencana Terowongan Nusantara runcing dan tajam-tajam merupakan cerminan topografi Volcanic Kuarter; seperti Gn. Rajabasa / Sumatera dan Gn. Karang / Jawa dengan elevasi berturut-turut + 1281 meter dan 1778 meter. Banyak dijumpai terumbu - terumbu karang. Bathimetri: kedalaman maksimum disekitar lokasi mencapai kedalaman 209 meter pada jarak 1 km tenggara Pulau Sangiang. Termasuk banyak dijumpai palung dan parit dengan kedalaman lebih dari 100 meter dengan arah barat laut - tenggara sepanjang 30 km. Juga dijumpai satu atau dua depresi antara P. Sangiang dan Sumatera.

 

Karakteristik bongkah dan massa bataun sepanjang rencana The Nust dan Selat Sunda

  • Endapan permukaan: Lumpur, lanau, pasir; Kerakal, kerikil, pasir, lempung dan gambut; batu gamping koral
  • Endapan Gunungapi Muda: Lava (andesit-basal), breksi (Foto 1) dan tuf tebal mencapai ratusan meter
  • Tuf berbatu apung tuf riolitik, tuf padu tufit, batu lempung tufaan, dan batu pasir, tebal 200 meter(Sumatera) dan aliran Lava (Jawa)
  • Lava andesit dengan kekar lembar "sheet jointings"
  • Bed / Basement Rocks: Batuan metamorf (?): Sekis pilitan dan sedikit gnes - granit / Pra-Tersier atau batuan Andesit Tua ( tidak tersingkap di Selat Sunda.)

Karakteristik kegempaan dan bahaya ikutan gempabumi sepanjang rencana The Nust dan Selat Sunda :

  • Di daerah kegempaan rendah dan tidak dilewati oleh patahan potensi aktiv
  • Berlokasi pada Wilayah Gempa Indonesia IV dengan nilai percepatan puncak batuan dasar 0.20 g dengan perioda ulang 500 tahun. (SNI-2002) atau 0.20 g sampai 0.30 g (Badan Geologi - 2009)
  • Berjarak 100 km dari Zona Sumber Gempa Krakatau Mw = 6,3: 200 km dari Zona Sumber Gempa Teluk Semangka Mw = 7,3 : 250 km dari Zona sumber Gempa bumi Panaitan Mw = 6,8; 300 km dari Zona Sumber Gempa Jawa Bagian Barat Mw = 7,9
  • Terletak dalam batuan yang tahan goncangan dan ground faulting

 

Jadwal Klik di sini